Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan program pembaruan kurikulum untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik di seluruh Indonesia. Langkah ini diambil guna merespons tantangan kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan riil dunia industri saat ini.
Kurikulum baru ini dirancang dengan melibatkan asosiasi industri nasional secara langsung sejak tahap penyusunan. Siswa akan mendapatkan porsi praktik magang yang lebih lama di industri mitra serta sertifikasi kompetensi berstandar nasional dan internasional sebelum kelulusan.
Para pelaku usaha menyambut positif langkah ini dan berkomitmen untuk membuka pintu kerja sama lebih lebar demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja dan kompetitif di era digital.

